Pertunjukan Tabuhan Drum Bahan Bekas Pensi SMAN 48 Jakarta

Admin/ Agustus 2, 2026/ Berita

Bahan Bekas diolah secara sangat kreatif menjadi instrumen musik perkusi unik oleh para siswa SMAN 48 Jakarta dalam pementasan pensi sekolah. Drum dari ember cat tua, kaleng biskuit, tong plastik, dan logam bekas dirangkai sedemikian rupa hingga mampu menghasilkan alunan ritme musik yang sangat energik. Pertunjukan edukatif ini sukses membuktikan bahwa barang yang tidak terpakai dapat diubah menjadi karya seni bernilai tinggi jika dikelola dengan kreativitas dan kepedulian.

Aksi para tabuh drum muda ini langsung menyedot perhatian seluruh pengunjung pensi saat nada-nada perkasa mulai dipukulkan secara harmonis dan kompak. Ketukan demi ketukan yang cepat dan bertenaga menghasilkan dinamika musik perkusi yang tidak kalah megah dari instrumen drum set profesional. Penonton dibuat kagum oleh ketepatan tempo dan kekompakan para siswa dalam memainkan pola ritme yang cukup rumit menggunakan barang-barang sederhana tersebut.

Penggunaan bahan bekas sebagai sarana pertunjukan seni musik ini sekaligus mengusung pesan penting mengenai kampanye kepedulian lingkungan hidup di kalangan remaja. Para siswa ingin mengajak rekan-rekan sebaya mereka untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan memanfaatkan ulang barang-barang yang ada di sekitar mereka. Inovasi pementasan seni ramah lingkungan ini mendapat apresiasi tinggi dari para guru dan pemerhati lingkungan yang turut hadir menyaksikan acara.

Proses pembuatan instrumen dari barang bekas ini dilakukan secara mandiri oleh para siswa melalui eksperimen nada dan uji coba ketahanan bahan selama beberapa minggu. Mereka mencari barang-barang yang sudah tidak terpakai dari lingkungan rumah dan sekolah, kemudian menyetel suara yang dihasilkan agar harmonis saat dimainkan bersama. Dedikasi dan kerja keras para siswa terbayar lunas saat menyaksikan respons luar biasa antusias dari ribuan penonton pensi.

Pertunjukan musik ramah lingkungan yang sangat menginspirasi ini diakhiri dengan tepuk tangan riuh dan sorak kepuasan dari seluruh sudut arena pementasan. Eksplorasi bahan bekas menjadi instrumen musik perkusi ini membuktikan betapa luasnya ruang kreativitas yang dimiliki oleh generasi muda SMAN 48 Jakarta. Karya inovatif ini diharapkan dapat terus menjadi contoh pementasan seni yang edukatif, unik, dan peduli terhadap kelestarian alam lingkungan sekitar.

Share this Post